Skip to main content

Kirim Alat Berat

Persiapan Kirim Alat Berat: Checklist Pemilik Unit dari H-7 sampai Hari Muat

Checklist Pemilik Unit

Sebagian besar penundaan pengiriman alat berat bukan karena kapal, tetapi karena unit belum siap saat truk datang. Checklist ini disusun per hari supaya pemilik unit dan mekanik tahu apa yang harus beres sebelum unit diangkut ke pelabuhan.

Konsultasi Persiapan Unit

Diperbarui · Ditulis oleh Tim KirimAlatBerat.com

Jawaban Singkat

Persiapan kirim alat berat dibagi menjadi empat tahap: H-7 menyiapkan data unit dan dokumen, H-3 pengecekan mekanis seperti aki, rem, dan kebocoran oli, H-1 membersihkan unit dan mengosongkan kabin, lalu hari muat memastikan unit dalam posisi transport dan kunci diserahkan. Unit yang tidak bisa jalan harus diinformasikan sejak awal agar armada angkutnya disesuaikan.

Poin Penting

  • Unit yang meneteskan oli bisa ditolak naik kapal.
  • Kabin dikosongkan; perkakas dan spare part dikirim terpisah.
  • Bahan bakar secukupnya, cukup untuk naik-turun kapal dan menuju area bongkar.
  • Foto kondisi unit dari empat sisi dan hour meter sebelum diangkut.

H-7: Siapkan Data dan Dokumen

  • Catat merek, model, nomor seri, dan berat operasi unit. Panduannya ada di berat excavator per kelas.
  • Ukur atau cari dimensi transport: panjang, lebar, dan tinggi dalam posisi transport.
  • Siapkan dokumen kepemilikan atau invoice pembelian unit beserta identitas pengirim dan penerima.
  • Tentukan nilai unit untuk asuransi wajib 0,2%.
  • Pastikan nama dan nomor kontak penerima di tujuan sudah pasti.
  • Konfirmasi tanggal unit bisa dilepas dari pekerjaan di lapangan.

H-3: Pengecekan Mekanis

  • Aki: cek tegangan dan terminal. Aki lemah adalah penyebab paling umum unit gagal naik ramp.
  • Kebocoran: periksa selang hidrolik, seal silinder, dan bak oli. Perbaiki rembesan sebelum hari muat.
  • Rem dan travel: pastikan rem parkir berfungsi dan unit bisa maju-mundur dengan normal.
  • Track atau ban: cek ketegangan track dan tekanan ban untuk unit beroda.
  • Lampu dan klakson: diperlukan saat unit bergerak di area pelabuhan.

H-1: Pembersihan dan Pengosongan

  • Semprot lumpur dan tanah dari track, undercarriage, dan bucket. Selain menambah berat, lumpur yang jatuh mengotori dek kapal.
  • Kosongkan kabin dari perkakas, jeriken, dan spare part.
  • Isi bahan bakar secukupnya, tidak perlu penuh.
  • Lepas atau ikat aman bagian yang mudah goyang seperti kaca spion, rotary lamp, dan antena.
  • Siapkan kunci kontak dan kunci cadangan bila ada.

Hari Muat: Posisi Transport dan Serah Kunci

  1. Atur posisi transport

    Boom dan arm dilipat, bucket atau blade diturunkan, lalu kunci putar (swing lock) atau kunci artikulasi dipasang sesuai jenis unit.

  2. Catat hour meter dan foto unit

    Ambil foto empat sisi, kabin, dan panel hour meter sebagai catatan kondisi sebelum diangkut.

  3. Serahkan kunci ke operator muat

    Operator kami yang menaikkan unit ke truk atau kapal. Sampaikan bila ada kebiasaan khusus unit, misalnya tombol pengaman atau prosedur menyalakan mesin.

  4. Tanda tangan surat jalan

    Cocokkan data unit di surat jalan dengan unit fisik sebelum truk berangkat.

Jika Unit Tidak Bisa Jalan

Unit mogok tetap bisa dikirim, tetapi caranya berbeda. Informasikan kondisi ini saat meminta penawaran, bukan saat truk sudah di lokasi.
  • Unit ringan biasanya dinaikkan dengan self loader yang punya winch.
  • Unit berat mungkin perlu crane untuk naik ke lowbed.
  • Ke kapal, unit mogok umumnya tetap di atas trailer (on-trailer) atau diangkat crane.

Pilihan armadanya dijelaskan di perbedaan lowbed dan self loader.

Catatan Tambahan per Jenis Unit

Excavator

Perhatikan attachment seperti breaker atau long arm. Lihat pengiriman excavator.

Bulldozer

Blade dan ripper diturunkan rapat. Lihat pengiriman bulldozer.

Wheel loader

Pasang kunci artikulasi agar unit tidak menekuk. Lihat pengiriman wheel loader.

Crane

Boom diturunkan dan hook diamankan; crane rantai sering dibongkar per paket. Lihat pengiriman crane.

Dump truck

Bak dikosongkan dan diturunkan penuh. Lihat pengiriman dump truck.

Forklift

Garpu diturunkan dan mast dimiringkan ke belakang. Lihat pengiriman forklift.

Foto Kondisi Unit: Kenapa Penting

Foto sebelum berangkat menjadi pembanding saat unit diterima di tujuan. Bila ada kerusakan, foto ini membantu proses klaim asuransi. Laporkan kerusakan maksimal 1×24 jam setelah unit diterima, dan SLN membantu proses klaimnya.

FotoYang terlihat
Depan & belakangBucket, blade, counterweight
Kiri & kananBody, track atau ban, silinder hidrolik
KabinKaca, panel, kursi operator
Hour meterJam kerja unit saat berangkat

Urutan proses lengkapnya, dari penawaran sampai bongkar, ada di cara kirim alat berat antar pulau.

FAQ Persiapan Kirim Alat Berat

Apa saja persiapan sebelum kirim alat berat?

Siapkan data unit dan dokumen, cek aki, rem, dan kebocoran oli, bersihkan unit dari lumpur, kosongkan kabin, isi bahan bakar secukupnya, lalu atur posisi transport dan foto kondisi unit sebelum diangkut.

Apakah tangki bahan bakar alat berat harus penuh saat dikirim?

Tidak perlu. Cukup untuk naik-turun truk dan kapal serta berjalan ke area bongkar.

Kenapa alat berat bisa ditolak naik kapal?

Penyebab umum adalah kebocoran oli yang menetes ke dek, kabin berisi barang titipan, unit tidak bisa berjalan tanpa pemberitahuan sebelumnya, atau unit belum dalam posisi transport.

Bagaimana jika alat berat mogok?

Unit tetap bisa dikirim dengan self loader yang punya winch atau bantuan crane. Kondisi ini perlu diinformasikan saat meminta penawaran.

Kenapa harus foto alat berat sebelum dikirim?

Foto menjadi bukti kondisi awal unit dan membantu proses klaim asuransi bila ada kerusakan, yang harus dilaporkan maksimal 1×24 jam setelah unit diterima.

Unit Anda siap diangkut?

Kirim foto dan data unit ke admin, kami bantu cek apa yang masih perlu disiapkan sebelum jadwal muat.

Chat Admin 0812 581 581